Rumah yang Berahlak

Posted by Diposting oleh Keluarga Muslim On 11:43:00 PM

bDalam suatu hadits Rasululloh bersabda,

“Bertakwalah kamu bagaimanapun keadaanmu. Ikutkanlah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan akan menghapus keburukan. Dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau mengatakan, hasan shahih)


Ketika para ulama menerangkan hadits di atas, mereka menyatakan bahwa hadits ini adalah wasiat agung yang mencangkup hak Alloh dan hak hamba-hambaNya. Karena hak Alloh atas hamba-hambaNya adalah ketakwaan mereka kepada Alloh dengan sebenar-benarnya takwa, sedangkan hak hamba-hambaNya adalah dipergauli dengan ahlak yang baik.

Selain ketakwaan yang hendaknya diwujudkan didalam rumah, pergaulan yang baik antara sesame anggota rumahpun tidak kalah pentingnya. Dengan pergaulan yang baik, niscaya kita akan mendapati ketenangan, ketentraman dan rasa betah ketika tinggal di rumah. Berbeda dengan rumah yang dipenuhi dengan persengketaan dan pertengkaran antara anggota keluarga, menjadikan penghuninya akan merasa gerah dan bosan ketika tinggal di rumah, meski di sana terdapat berbagai kemewahan duniawi.

Alloh berfirman memerintahkan para suami untuk bergaul dengan istrinya secara baik,

“Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’:19)

Tidak hanya pergaulan intern rumah, pergaulan kita dengan rumah sebelah dan sekitarnya juga tidak boleh diabaikan. Rasululloh bersabda,

“Demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman.” Ada yang bertanya,’Siapa, wahai rasululloh?’ Beliau bersabda,”Seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dengan ahlak mulia ini, seisi rumah akan merasa nyaman, tenang, saling menghormati. Bahkan orang lainpun akan merasa nyaman dengan rumah kita. Tetangga kita yang sering bersinggungan dengan kita, atau tamu yang berkunjung akan merasa juga buah dari ahlak yang mulia ini. Iya, karena Rasululloh telah bersabda,
“Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, janganlah dia mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Muttafaq ‘alaih)

Ahlak yang mulia ini sangat erat kaitannya dengan keimanan seseorang. Semakin kuat iman seseorang , semakin terpancarlah pada ahlaknya yang mulia,

“Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik ahlaknya di antara mereka.” (Riwayat at-Tirmidzi dan beliau berkata, hadits hasan shahih)




0 komentar

Posting Komentar